Gubernur Mirza Ketuk Hati Seluruh Kepala OPD

waktu baca 2 menit
Minggu, 8 Feb 2026 22:00 8 Redaksi

BICARALAMPUNG– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan arahan mendalam dan menyentuh hati kepada seluruh pegawai, khususnya pejabat eselon II, dalam kesempatan evaluasi kinerja dan penguatan etos pelayanan. Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa jabatan bukanlah sekadar posisi, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan cinta, komitmen, dan kesadaran penuh akan tanggung jawab kepada masyarakat.

 

Gubernur Lampung mengawali arahannya dengan mengutip sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, bahwa “pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mencintai rakyatnya, dan rakyat pun mencintai dia.” Menurutnya, prinsip itu harus menjadi pondasi bagi seluruh aparatur pemerintahan dalam bekerja.

 

“Dalam setiap perubahan, yang mampu bertahan adalah mereka yang bisa beradaptasi. Namun sebelum beradaptasi, kita harus tahu dulu posisi kita. Kita ini sebagai apa di provinsi ini, negara ini, daerah ini, dan birokrasi ini. Sebagai siapa dan untuk apa,” ujar Gubernur Lampung penuh penekanan.

 

Ia menegaskan bahwa setiap jabatan adalah titipan Allah SWT dan memiliki manfaat besar untuk rakyat, terlepas dari ada atau tidak adanya APBD. Jabatan, katanya, harus dipahami sebagai alat pelayanan, bukan fasilitas bagi diri sendiri.

 

“Kita ini dikasih pelayan dan amanah. Itu saja yang harus dipahami. Jadi jabatan ibu bapak itu punya manfaat untuk rakyat Lampung,” tegasnya.

 

Gubernur Lampung kemudian mengibaratkan pemerintah sebagai orang tua bagi masyarakat. Seorang ibu atau ayah, ujarnya, tidak perlu kaya raya untuk mendidik anaknya. Yang terpenting adalah cinta, perhatian, dan pemahaman terhadap kebutuhan anak-anaknya.

 

“Kita sebagai orang tua ‘masyarakat’. Kita tahu masyarakat Lampung ini mau kita jadiin apa. Kita punya cita-cita sama mereka. Apakah orang tua harus kaya dulu untuk mendidik anak? Tidak. Yang paling utama adalah tahu kebutuhan anak-anaknya. Cinta,” ucapnya.

 

Menurut dia, ketika seorang pemimpin memiliki cinta dan chemistry dengan masyarakat, barulah ia bisa mengeksekusi program dengan baik, tepat sasaran, dan bermanfaat. Setelah itu, data menjadi senjata untuk menentukan arah kebijakan.

 

Dalam penutup arahannya, Gubernur kembali mengingatkan sabda Nabi tentang keberuntungan bagi orang-orang yang ditakdirkan Allah menjadi pintu-pintu kebaikan bagi banyak orang.

 

“Kata Nabi, beruntunglah orang-orang yang Allah takdirkan menjadi pembuka pintu kebaikan,” katanya.

 

Pesan Gubernur Lampung itu disambut penuh keheningan dan refleksi oleh para ASN yang hadir. Arahan tersebut tidak hanya menguatkan semangat, tetapi juga membangkitkan kembali kesadaran bahwa pelayanan publik adalah jalan pengabdian yang mulia. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
xMenempel bawah