BICARALAMPUNG– Sekertaris Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Elly Wahyuni mengapresiasi Pemerintah Republik Indonesia (RI) yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), ditengah konflik penutupan Selat Hormuz.
Bendahara DPD Gerindra Provinsi Lampung ini menilai, tidak naiknya harga BBM merupakan upaya pemerintah menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat.
“Alhamdulillah, kami didaerah tentunya sangat mengapresiasi upaya Pemerintah Pusat yang tidak menaikan harga BBM ditengah konflik penutupan Selat Hormuz, kalau harga BBM tidak naik tentunya harga kebutuhan tidak naik juga,” ujarnya, Kamis (9/4).
Terlebih sejak penutupan Selat Hormoz, sejumlah negara tetangga seperti Filipina, dan Vietnam telah menaikan harga BBM.
“Negara tetangga kita seperti Filipina telah menaikan harga BBM, penutupan Selat Hormuz memang sangat berdampak disektor energi,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah menepis kabar beredar akan adanya kenaikan harga BBM pada 1 April 2026. Prasetyo mengatakan pemerintah bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina telah melakukan pembahasan menyusul adanya isu tersebut. Keputusan diambil atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan kepentingan rakyat.”Jadi, perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden. Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan,” kata Pras kepada wartawan, Selasa (31/3).”Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” pungkasnya. (*)