BICARALAMPUNG– Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan, inovasi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Darah (PAD).
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Lampung, Dr. Marindo Kurniawan, ST., M.M., mengaku pihaknya bakal melakukan optimalisasi PAD ditahun 2026, dengan cara memaksimalkan potensi aset yang dimiliki.
“Insya Allah kita (Pemprov) Lampung bakal memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk mendongkrak PAD, dengan cara memaksimalkan potensi yang belum dimiliki,” ujarnya, kemarin.
Penggalian potensi yang ada tentunya dilakukan, salah satunya karena banyak aset pemerintah daerah yang belum maksimal dikelola, dan berpotensi memberikan penghasilan yang akan dimaksimalkan,” katanya.
Secara teknis, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk mengelola dan memaksimalkan potensi guna mendongkrak PAD.
“Kami memang mencoba maksimalkan potensi yang ada, namun semua dilakukan sesuai regulasi yang ada. Kami tidak akan memberatkan masyarakat dan pelaku usaha, oleh karena itu tentu perlu membentuk inovasi untuk menggali potensi yang ada,” ucap dia.
Disinggung terkait tendahnya capaia PAD ditahun 2025, Marindo menegaskan pihaknya bakal melakukan evaluasi agar hal serupa gak terulang kembali di 2026.
Sebelumnya diketahui Menteri Dalam Negeri telah memaparkan daerah dengan capaian realisasi APBD tertinggi hingga terendah. Ia mengapresiasi daerah dengan kinerja realisasi APBD yang baik serta mengingatkan daerah dengan realisasi rendah agar segera melakukan langkah perbaikan.
Sepuluh provinsi dengan realisasi pendapatan tertinggi hingga 30 November 2025, yakni Bali, Kalimantan Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Maluku Utara, Jawa Timur, Papua Selatan, Kalimantan Barat, Papua Barat Daya, dan Sumatera Barat. (*)
Tidak ada komentar