Penanganan Banjir Dinilai Bersifat Parsial, Agus Purwanto Minta Pemkot Tangani Banjir Secara Komprehensif

waktu baca 2 menit
Rabu, 14 Jan 2026 19:45 16 Redaksi

BICARALAMPUNG– Sebagian masyarakat Bandar Lampung menganggap musim hujan sebagai waktu mereka ber-‘was-was’, akan kehadiran banjir.

 

Hal tersebut bukan tanpa dasar, lantaran sejumlah kota bertujuk ‘Tapis Berseri’ sudah dianggap sebagai wilayah langganan banjir dimusim penghujan.

 

Anggota Komisi IV DPRD Bandar Bandar Lampung, Agus Purwanto menyebut seharus pemerintah setempat dapat menangani persoalan tahunan tersebut secara komprehensif, bukan hanya gertakan.

 

“Banjir di Bandar Lampung ini sudah bertahun tahun terjadi, bukan satu wilayah bahkan beberapa wilayah sudah mengganggap banjir sebagai tamu disaat musim hujan,” ujarnya, Rabu (14/1).

 

Bendahara Fraksi Demokrat DPRD Bandar Lampung ini bahkan menilai, langkah yang diambil Pemkot untuk menangani permasalahan banjir terkesan parsial.

 

“Sampai hari ini saya belum melihat konsep jelas walikota dalam mengatasi banjir. Yang terjadi hanya penanganan di satu titik, tapi malah menimbulkan banjir di wilayah lain,” tegas Agus, Rabu (14/1).

 

Ia juga menepis alasan keterbatasan anggaran. Menurut Agus, Kota Bandar Lampung memiliki kemampuan fiskal yang cukup, namun persoalannya terletak pada arah penggunaan anggaran yang dinilai belum tepat sasaran.

 

“Jangan bicara anggaran. Bandar Lampung ini uangnya ada, tapi banyak digunakan untuk kegiatan yang tidak atau kurang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat, termasuk penanganan banjir,” ujarnya.

 

Agus mengingatkan, banyak faktor yang menjadi penyebab banjir di Bandar Lampung dan semuanya membutuhkan penanganan serius serta terintegrasi. Mulai dari penyempitan sungai, jalan yang ditutup dengan cor beton sehingga menghambat aliran air, hingga kondisi drainase yang rusak dan mampet namun belum juga diperbaiki.

 

Selain faktor infrastruktur, ia juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, sehingga memperparah penyumbatan saluran air.

 

“Masalahnya kompleks, tapi bukan berarti tidak bisa diselesaikan. Justru di sinilah dibutuhkan langkah cepat dan tegas dari wali kota. Jangan dibiarkan masyarakat terus menjadi korban setiap musim hujan,” kata Agus.

 

Ia menegaskan, warga Bandar Lampung menunggu langkah konkret dan perencanaan yang pasti dari kepala daerahnya. Bukan sekadar wacana, melainkan kebijakan nyata yang mampu mengatasi banjir secara menyeluruh dan berkelanjutan.

 

“Kita harus ingatkan wali kota, masyarakat kita kasihan. Setiap hujan turun selalu diliputi rasa takut akan banjir. Warga menunggu planning yang jelas dan tegas dari pemimpinnya,” pungkas Agus. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
xMenempel bawah