BICARALAMPUNG– Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung penguatan hilirisasi kakao berbasis agroforestry sebagai strategi meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Provinsi Lampung.
Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Pemerintah Provinsi Lampung, Olam Indonesia, serta Partnerships for Forests yang berlangsung di Taman Santap Rumah Kayu, Selasa (27/1).
Dalam forum tersebut, Giri menilai pengembangan kakao melalui pendekatan agroforestry sejalan dengan arah pembangunan daerah yang berfokus pada peningkatan nilai tambah komoditas unggulan berbasis potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, serta prinsip pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan mitra pembangunan menjadi kunci dalam memperkuat hilirisasi kakao tanpa mengabaikan fungsi ekologis kawasan hutan.
“DPRD Provinsi Lampung mendukung penuh pengembangan kakao berbasis agroforestry karena tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi petani, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Kolaborasi multipihak seperti ini harus terus diperkuat,” ujar Giri.
Program hilirisasi kakao berbasis agroforestry ini direncanakan mencakup pengembangan lahan seluas sekitar 35.000 hektare dengan melibatkan kurang lebih 18.000 petani. Program tersebut akan dilaksanakan di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Pesawaran, Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Tanggamus melalui skema perhutanan sosial.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan produktivitas kakao, perluasan akses pasar, serta peningkatan nilai ekonomi bagi para petani di daerah.
Lebih lanjut, Ketua DPRD Lampung juga menekankan pentingnya percepatan implementasi Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati oleh para pihak. Ia memastikan DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan dan dukungan kebijakan agar program berjalan efektif, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Komitmen kami tidak berhenti pada dukungan kebijakan, tetapi juga memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran,” tegasnya.
Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, hilirisasi kakao berbasis agroforestry diharapkan menjadi model pembangunan berkelanjutan yang mampu mengintegrasikan aspek ekonomi dan lingkungan secara seimbang di Provinsi Lampung.(*)
Tidak ada komentar