Kelola 365 Madrasah, Kemenag Lampung Tengah Didorong Tampil Lebih Unggul

waktu baca 2 menit
Selasa, 19 Mei 2026 14:16 6 Redaksi

BICARALAMPUNG—Gunung Sugih, Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pendidikan Madrasah Kabupaten Lampung Tengah di Pondok Pesantren Darus Sa’adah, Seputih Jaya, Gunung Sugih, Selasa, 19 Mei 2026.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Lampung Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum., Kepala Bidang Pendidikan Madrasah H. Herry Setiawan, S.Sos.I., M.Pd.I., Kepala Kantor Kemenag Lampung Tengah H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I., beserta jajaran Kemenag Lampung Tengah, pengawas madrasah, kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, hingga operator madrasah.

 

Dalam laporannya, Herry Setiawan memaparkan bahwa Lampung Tengah saat ini memiliki 365 madrasah dengan jumlah peserta didik mencapai 44.459 siswa dan 3.415 guru. Menurut dia, besarnya jumlah lembaga dan sumber daya pendidikan tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan madrasah, namun sekaligus menghadirkan tantangan dalam aspek tata kelola, pembinaan, dan pemerataan mutu pendidikan.

 

“Kuantitas harus diikuti dengan kualitas layanan pendidikan yang merata dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Zulkarnain, menekankan pentingnya transformasi madrasah di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan publik yang semakin terbuka. Ia meminta madrasah tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga mampu menunjukkan capaian dan prestasi kepada masyarakat.

 

Menurut dia, penguatan data, peningkatan kualitas layanan, serta pemanfaatan ruang digital menjadi bagian penting dalam membangun citra dan daya saing madrasah.

 

“Madrasah harus mampu menjadikan ruang digital sebagai etalase kebaikan, prestasi, dan inovasi,” kata Zulkarnain.

 

Melalui Rakorda tersebut, Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Lampung mendorong penguatan madrasah yang unggul, tertib administrasi, ramah terhadap peserta didik, terintegrasi, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan dunia pendidikan. (*)

LAINNYA