Digitalisasi Gerus Nilai Sopan Santun Dikalangan Penerus Bangsa

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Mar 2026 21:56 6 Redaksi

BICARALAMPUNG– Se-iring dengan perkembangan jaman yang semakin canggih di era digitalisasi moderenisasi tentu banyak perubahan.

Perkembangan jaman tersebut tidak lepas dari pengaruh negatif perkembangan teknologi, apalagi ditambah pengaruh media sosial (Medsos) kian merajalela dengan konten-konten yang tidak sesuai dengan norma dan budaya bangsa Indonesia, sehingga menggerus moral, adab dan etika anak.

“Tentunya perkembangan medsos ini banyak sekali pengaruh negatif terhadap anak, jika tidak disaring maka anak bisa-bisa kehilangan adab dan etika serta sopan santunnya, ini semua akibatnya kurangnya perhatian orangtua dan kurangnya pengetahuan moral anak,”.

Hal ini seperti yang diungkapkan anggota DPRD Bandarlampung, Muhammad Darmawansyah, pada agenda sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) yang dilakukan di Jalan Pulau Morotai Gh. Citra Damai RT 03/ LK II KelurahanTanjung Baru,
Kecamatan Kedamaian, Sabtu (07/03/2026).

Dijelaskan anggota Komisi II DPRD Bandarlampung ini, kondisi saat ini sudah banyak anak-anak yang kehilangan adab dan moral. “Disini peran orang tua sangat dibutuhkan dalam membimbing anak-anak agar tidak terjerumus dalam tindak kejahatan,” ungkapnya.

Karena, sambung Politisi Partai besutan Presiden RI Prabowo Subianto ini, banyak sekali berita-berita yang tersebar anak-anak melakukan tawuran dan terlibat geng motor yang melakukan penganiayaan. “Dan hal ini merupakan akibar dari kurangnya penanaman moral dan etika terhadap anak-anak, terutama oleh orang tua,” jelas Muhammad Darmawansyah.

“Anak-anak sudah banyak yang kehilangan adab. Mari kita bersama-sama mendidik anak kita dengan iman dan taqwa, serta menanamkan etika dan moral,” tukasnya.

Nah, dari pihak pemerintahan juga, imbuh legislator Fraksi Gerindra ini nanti akan didorong agar dunia pendidikan kembali mengajarkan ilmu etika dan moral. “Ya, kalau dulu pendidikan moral pancasila benar-benar diterapkan di sekolah, sehingga adab dan moral benar-benar tertanam di hati sanubari anak-anak,” tandasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA