Bertarung Lintas Sektor, Aprozi Alam Tak Pernah Lelah Berjuang untuk Masyarakat Lampung

waktu baca 3 menit
Senin, 22 Jun 2026 12:35 53 Redaksi

BICARALAMPUNG– Pendidikan agama Islam adalah lentera kehidupan bagi ribuan anak-anak di Provinsi Lampung. Lentera itu kini menyala lebih terang. Melalui komitmen nyata, Anggota DPR-RI Komisi VIII, Haji Aprozi Alam, terus konsisten mengalirkan harapan baru bagi generasi muda Islam di tanah Lampung.

 

Bukan sekadar janji politik, kepedulian Aprozi Alam telah menjelma menjadi aksi yang nyata. Sejak tahun 2025, ia bergerak melintasi sekat-sekat keterbatasan demi memastikan anak-anak dari madrasah hingga perguruan tinggi mendapatkan hak pendidikan agama islam yang layak.

 

Pada 2025 lalu, Aprozi Alam sukses menyalurkan program aspirasi beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 8.400 siswa yang tersebar di berbagai Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri dan swasta di Kabupaten Lampung Utara.

 

Tidak berhenti di situ, perhatiannya juga menyentuh dunia pendidikan tinggi dengan menyalurkan 200 beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk mahasiswa di perguruan tinggi Islam negeri maupun swasta.

 

Bagi banyak orang tua, bantuan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan jawaban atas doa-doa di sepertiga malam agar anak-anak mereka tidak putus sekolah.

 

Komitmen mulia itu kian berlipat ganda di tahun 2026. Memasuki bulan Juni ini, pada pencairan tahap pertama, Aprozi Alam berhasil mendistribusikan beasiswa PIP dengan jumlah yang melonjak drastis, yakni sebanyak 12.759 siswa MA, MTs, dan MI di Kabupaten Lampung Utara, baik negeri maupun swasta.

 

Melihat masih banyaknya senyum anak-anak yang perlu diselamatkan, Aprozi menegaskan bahwa perjuangan ini belum usai. Pada pencairan tahap kedua nanti, ia berkomitmen untuk terus mengupayakan penambahan kuota optimal hingga 10 ribu beasiswa. Kemudian beasiswa tersebut akan kembali disalurkan untuk masyarakat yang tersebar di daerah pemilihan (Dapil) Lampung II.

 

”Di 2026 ini, pada pencairan tahap dua, akan terus kita tambah. Saya akan berusaha optimal agar semakin banyak siswa di lembaga pendidikan agama Islam negeri dan swasta mendapatkan beasiswa PIP. Target saya 10 ribu beasiswa lagi, untuk putra putri Lampung di Dapil II,” ujar Aprozi hangat saat dihubungi melalui sambungan telepon.

 

Selain bagi siswa madrasah, Aprozi juga tengah bergerak cepat mempersiapkan masa depan para lulusan baru yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi Islam. Baik itu perguruan tinggi Islam negeri maupun perguruan tinggi Islam swasta. Mengingat saat ini merupakan masa penerimaan mahasiswa baru, beasiswa KIP Kuliah sedang dipersiapkan dengan matang.

 

“Setelah mahasiswa memulai masa perkuliahan, nanti beasiswa KIP akan segera kita distribusikan untuk mahasiswa perguruan tinggi Islam di Lampung, baik negeri maupun swasta” tambahnya, membawa angin segar bagi para calon sarjana.

 

Menyadari bahwa masih ada masyarakat yang mengharapkan bantuan ini, Aprozi Alam menyampaikan pesan yang penuh empati. Ia meminta masyarakat Lampung yang putra-putrinya belum terakomodir dalam program PIP maupun KIP untuk tidak berkecil hati dan tetap optimis.

 

Dengan nada penuh ketulusan, legislator asal Lampung ini berjanji akan terus menjadi penyambung lidah rakyat yang gigih di gedung parlemen senayan.

 

“Bapak-ibu, bagi anak-anaknya yang belum mendapatkan beasiswa, saya mohon bersabar. Akan terus kita perjuangkan. Sehingga tiap tahunnya kuota beasiswa PIP dan KIP akan terus bertambah untuk masyarakat Lampung,” ujarnya.

 

Menurut Haji Aprozi Alam, pendidikan agama di Lampung kini bukan lagi tentang kecemasan akan biaya. Melainkan tentang masa depan yang penuh harapan dan prestasi yang siap dijemput oleh putra-putri daerah.

 

“Saya berharap, tidak ada lagi putra-putri Lampung, terkhusus di Lampung Utara yang putus sekolah karena permasalahan biaya. Kami akan terus mengawal agar pendidikan ini dapat di nikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Wabilkusus pendidikan Islam” pungkas Aprozi mengakhiri perbincangan. (*)

LAINNYA