Pemkot Utamakan Kepentingan Rakyat Ditengah Trend Effisiensi

waktu baca 3 menit
Rabu, 17 Jun 2026 10:57 9 Redaksi

BICARALAMPUNG– Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melakukan berbagai penyesuaian anggaran sebagai tindak lanjut kebijakan efisiensi belanja yang diterapkan pemerintah pusat. Meski harus menghadapi pengurangan anggaran yang cukup besar, Pemkot memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan optimal, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan yang menjadi kebutuhan utama warga.

 

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bandar Lampung, Zakky Irawan, mengatakan bahwa kebijakan efisiensi tersebut merupakan bagian dari langkah nasional yang diberlakukan kepada seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

 

Karena itu, penyesuaian anggaran tidak hanya terjadi di Bandar Lampung, tetapi juga dirasakan oleh hampir seluruh daerah.

“Efisiensi anggaran yang dilakukan pada awal tahun nilainya sekitar Rp286 miliar atau kurang lebih 30 persen. Ini bukan hanya terjadi di Bandar Lampung, tetapi juga dialami hampir seluruh daerah di Indonesia,” kata Zakky, Rabu (3/6/2026).

Menurut Zakky, besarnya nilai efisiensi tersebut memang menuntut pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam mengelola keuangan daerah. Namun demikian, Pemkot Bandar Lampung berupaya memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak berdampak pada kualitas pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat.

 

Ia menjelaskan bahwa sejumlah pemerintah daerah bahkan mengalami penyesuaian anggaran yang lebih besar dibandingkan Kota Bandar Lampung. Sebagai contoh, Pemerintah Provinsi Lampung juga harus melakukan efisiensi hingga ratusan miliar rupiah sebagai bagian dari kebijakan nasional tersebut.

 

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bandar Lampung melakukan penataan ulang terhadap sejumlah program dan kegiatan yang dianggap masih dapat disesuaikan tanpa mengganggu pelayanan publik. Langkah ini dilakukan agar penggunaan anggaran menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

 

Zakky menegaskan bahwa sektor kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah kota. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

 

Selain itu, pemerintah kota juga berkomitmen menjaga stabilitas pelayanan di bidang infrastruktur dasar, pelayanan administrasi, dan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap dapat memperoleh pelayanan yang baik meskipun pemerintah sedang melakukan penyesuaian anggaran.

 

“Yang terpenting adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Efisiensi dilakukan pada pos-pos yang memungkinkan tanpa mengurangi kualitas layanan dasar yang menjadi hak masyarakat,” ujarnya.

 

Pemkot Bandar Lampung berharap kebijakan efisiensi anggaran ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah yang lebih efektif dan akuntabel. Dengan pengelolaan anggaran yang tepat, pemerintah optimistis berbagai program pembangunan dan pelayanan publik tetap dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

 

Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi daerah, Pemkot Bandar Lampung menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas pembangunan daerah agar tetap berjalan secara berkelanjutan. (*)

LAINNYA