Indra Feriza: Keluarga Menjadi Fondasi Utama Pembentukan Karakter Berlandaskan Pancasila

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Jul 2026 14:33 8 Redaksi

BICARALAMPUNG– Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Partai Golkar, Indra Feriza,menegaskan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

 

Menurutnya pendidikan karakter harus dimulai dari rumah sebagai lingkungan pertama tempat anak mengenal nilai moral, etika, dan kehidupan bermasyarakat.

 

Demikian disampaikan oleh Indra Feriza saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Gotong Royong,Kecamatan Tanjung Karang Pusat (TKP), Kota Bandar Lampung,Jumat (03/07/2026).

 

Dalam pemaparannya,ketua HIPMI Kota Bandarlampung Indra Feriza ini mengatakan bahwa perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Karena itu, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mendampingi sekaligus memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari agar anak-anak tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.

 

“Rumah adalah sekolah pertama bagi seorang anak. Di sanalah mereka belajar tentang kejujuran, disiplin, tanggung jawab, saling menghormati, gotong royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut harus terus ditanamkan sejak dini agar menjadi karakter yang melekat dalam diri anak,” ujar Indra Feriza.

 

Lebih lanjut dirinya menegaskan bahwa pendidikan Pancasila tidak cukup hanya diajarkan di sekolah, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.Keteladanan orang tua menjadi kunci utama dalam membentuk pribadi anak yang berintegritas dan memiliki rasa nasionalisme yang kuat.

 

“Anak akan lebih mudah mencontoh apa yang dilakukan orang tuanya daripada hanya mendengarkan nasihat. Karena itu, orang tua harus menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

 

Indra Feriza juga mengingatkan agar para orang tua lebih bijak dalam mengawasi penggunaan media sosial oleh anak-anak. Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah anak terpapar informasi yang menyesatkan, ujaran kebencian, perundungan, maupun paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

 

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Menurutnya, Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman hidup yang harus terus dijaga dan diamalkan oleh seluruh warga negara.

 

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengamalkan Pancasila. Jika keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah bersinergi, saya yakin akan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, berintegritas, serta mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju,”pungkasnya (*)

LAINNYA